Tampilkan postingan dengan label Dieng Plateau OPAD. Tampilkan semua postingan

Berbagi Trip | Telaga merdada


Wisata Telaga Merdada Dieng, Telaga Terluas Di Dieng yang Unik, Tempat Wisata Terindah - Dataran Tinggi Dieng yang mencakup wilayah Wonosobo dan Banjarnegara memang bisa dikatakan sebagai surganya wisata alam. Ada berbagai macam keindahan alam yang tersaji di kawasan ini. Ada kawah, telaga, perbukitan bahkan candi dapat anda temui di Kawasan Dieng Plateau. 


Berbagai macam bentang alam ini sebagian disebabkan karena pada dasarnya kawasan Dieng merupakan gunung berapi raksasa, sehingga disana sini banyak ditemui fenomena alam yang berhubungan dengan aktivitas vulkanologi. Termasuk diantaranya adalah telaga warna, yang memiliki kandungan belerang yang tinggi, yang hanya dapat ditemui di kawasan gunung api.

Selain Telaga Warna, di Kawasan wisata Dieng ada juga telaga lain yang tak kalah menariknya, yaitu Telaga Merdada. Telaga Merdada di Dieng merupakan telaga terluas di Kawasan dieng ini. Luas Telaga Merdada adalah 25 hektar dan merupakan sebuah telaga yang banyak memberikan manfaat bagi masyarkat di sekitarnya. 

 https://santigiadventure.files.wordpress.com/2012/08/76071_107428595992121_100001749432397_63439_3594816_n.jpg

Telaga ini difungsikan sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya serta dijadikan sebagai obyek wisata. Selain itu di telaga ini juga banyak terdapat ikan air tawar, ssehingga di tempat-tempat tertentu terdapat warga yang berusaha memancing di Kawasan wisata Telaga Merdada Dieng ini.

Lokasi Telaga Merdada di Dieng
Wisata Dieng Telaga Merdada ini terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Jangan khawatir, apabila anda sudah sampai di Kawasan Dataran Tinggi Dieng pasti orang akan tahu arah menuju ke wisata ini. Tinggal mengikuti arah yang diberikan kepada anda. Meskipun memang akses jalan untuk menuju Wisata Telaga Merdada ini masih perlu banyak pembenahan, agak leih banyak wisatawan yang berminat berkunjung ke telaga yang indah di Dieng ini.

Keunikan dan Keindahan Telaga Merdada Dieng
Obyek wisata Telaga Merdada memiliki pemandangan yang sangat indah. Telaga di depan mata dengan air yang jernih serta dikelilingi oleh perbukitan yang hijau alami menjadikan suasana di telaga ini tampak asri dan sejuk. Di sekitar telaga dapat anda lihat beberapa lahan pertanian yang sedang dikerjakan warga dan dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam sayuran. Kita tahu bahwa kawasan Dieng ini sangat cocok untuk ditanami berbagai macam sayur seperti wortel, kentang, cabe, termasuk tanaman legendaris Dieng yang sangat terkenal, buah carica.

Wisata Dieng Telaga Merdada memiliki keunikan tersendiri dibanding telaga lainnya. Perhatikan pada bentuk telaga ini.Jika diperhatikan bentuk telaga ini menyerupai sebuah cekungan bekas kaldera letusan gunung berapi yang besar. Kemungkinan awal terbentuknya telaga ini adalah karena aktivitas vulkanologi berupa letusan gunung berapi yang dahsyat di masa lalu, yang kemudian meninggalkan bekas cekungan yang sangat lebar dan menjadi sebuah telaga.

desa tertinggi di pulau jawa



OPAD

Berada di ketinggian lebih dari 2.100 meter di atas permukaan laut, inilah Desa Cebongan. Bukan hanya merupakan desa tertinggi yang ada di Dataran Tinggi Dieng, tapi desa ini juga merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa. Bahkan, dari desa inilah dimulainya kehidupan bermasyarakat di Dataran Tinggi Dieng.

Konon, di kawasan Dataran Tinggi Dieng, desa inilah yang pertama kali dihuni. Masyarakat yang datang dari daerah Wonosobo tinggal di desa ini, lalu menyebar ke daerah-daerah yang ada di sekitarnya – membentuk desa-desa baru.

Tidak diketahui dengan pasti kapan pertama kali masyarakat menempati desa ini. Catatan tertua yang didapat bahwa pada tahun 1819 di desa ini terdapat 17 rumah. Seiring jalannya waktu, saat ini, desa yang secara administrasi berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, ini dihuni oleh 363 kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 1.300 jiwa.

Hampir semua penduduk Desa Cebongan berprofesi sebagai petani. Kentang, berbagai sayuran, serta carica menjadi jenis tanaman yang menjadi komoditi utama desa ini.

Tidak terlalu sulit untuk menjangkau desa ini. Terletak sekitar 7 kilometer dari pusat wisata Dataran Tinggi Dieng, akses jalan menuju Desa Sembungan sudah dilapisi aspal. Walau pada beberapa bagian ada jalan yang berlubang, tapi cukup nyaman untuk dilalui kendaraan bermotor.

Satu yang menarik saat datang ke desa ini adalah keramahan penduduk desa. Sebagai salah satu desa wisata, penduduk desa ini sudah terbiasa berkomunikasi dengan pengunjung. Mereka akan menyapa dengan ramah atau sekadar memberikan senyum.

Suasana kebersamaan di antara penduduk pun sangat terasa. Gotong royong menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Sembungan. Sambatan, begitu masyarakat setempat menyebutnya.

Selain karena merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, ada beberapa hal lain yang membuat Desa Sembungan menarik untuk dikunjungi. Datanglah pada puncak musim kemarau, sekitar Bulan Juli atau Agustus, jika beruntung, Anda akan disajikan pemandangan yang tidak biasa. Hamparan lahan pertanian yang berwarna hijau di siang hari akan menjadi putih ketika pertama matahari menyapa. Suhu di desa ini bisa mencapai di bawah 0 derajat celcius, yang membuat tanaman di sekitar kawasan ini menjadi beku.

http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/08/22/a3/9a/sembungan-village-dari.jpg

Selain itu, di desa yang memiliki luas sekitar 37 hektare ini juga terdapat beberapa objek wisata. Di sebelah selatan desa, terdapat sebuah telaga. Telaga Cebongan namanya. Dinamakan “cebongan” karena ketika dilihat dari ketinggian telaga ini terlihat seperti kecebong.

Selain menjadi salah satu objek wisata yang menarik para wisatawan untuk berkunjung, telaga seluas 5 hektare ini pun dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber air. Para petani mengandalkan air yang ada di telaga ini untuk lahan pertanian mereka.

Tidak perlu khawatir soal penginapan saat berkunjung ke Desa Sembungan. Walau fasilitas penginapan di sini masih minim, pengunjung akan diterima dengan hangat di rumah-rumah warga. Bahkan, tinggal di rumah warga sekitar akan membuat perjalanan ke Desa Sembungan menjadi lebih berkesan. Menikmati keramahan masyarakat sekitar, keindahan pesona alam yang disajikan, serta kehangatan mengobrol santai di sekitar tungku menjadi pengalaman yang akan selalu indah untuk dikenang

pesona alam indonesia yang mendunia

     Indonesia adalah negara yang indah. Seluruh orang yang hidup di dalamnya juga pasti tau, tapi tau kah kamu kalo dari ujung timur ke barat Indonesia penuh dengan keindahan alam yang teramat sangat. Seluruh keindahan itu tidak hanya memukau kita tetapi juga orang-orang dari penjuru dunia.

Ini dia 20 keindahan alam Indonesia yang mendunia: 
1. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat ( Indonesia )



Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.

2. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur ( Indonesia )


Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).

3. Kepulauan Raja Ampat, Papua ( Indonesia )

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya

4. Kawah Ijen, Jawa Timur ( Indonesia )


Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.

5. Puncak Jaya, Papua ( Indonesia )

http://assets-s3.mensjournal.com/img/essential/summiting-puncak-jaya-papua-new-guinea-best-islands-for-any-activity/618_348_summiting-puncak-jaya-papua-new-guinea-best-islands-for-any-activity.jpg
Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ( Puncak Jaya ) ini merupakan puncak yang tertinggi di Australia dan Oceania.

6. Anak Krakatao, Selat Sunda ( Indonesia )


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada salah satu puncak gunung berapi di sana karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa

7. Gunung Bromo, Jawa Timur ( Indonesia )

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

8. Kelimutu, Nusa Tenggara Timur ( Indonesia )
'
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

9. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara ( Indonesia )


Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Pernah Sebanyak 2.827 orang memecahkan rekor selam dunia dalam suatu upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-64 tahun, bawah air di Pantai Malalayang, Manado,sebagai bagian atraksi “Sail Bunaken” 2009.

10. Danau Toba, Sumatra Utara ( Indonesia )



Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau volkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

11. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur ( Indonesia )
Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

12. Pantai Dreamland, Bali ( Indonesia )



Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.

13. Kerinci, Jambi ( Sumatra Indonesia )

Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.

14. Green Canyon, Jawa Barat ( Indonesia )

Green Canyon menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara sungai, lembah hijau, hutan lindung, dan aneka stalaktit-stalakmit. Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi. Green Canyon mulai dikembangkan pada tahun 1989.

15. Danau Sentani, Papua ( Indonesia )

Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Lanskap Danau Sentani dengan gugusan pulau di tengahnya merupakan salah satu yg terindah di Indonesia.

16. Goa Gong, Jawa Timur ( Indonesia )

Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.

 17. Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan (Indonesia)
Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.

18. Kep. Belitung, Bangka Belitung ( Indonesia )
Pulau indah, pemandangan unik pantai pasir putih asli dihiasi batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal, dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil.

19. Pulau Derawan, Kalimantan Timur (Indonesia )
Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”

20. Goa Kalisuci, Jogjakarta ( Indonesia)
Sungai bawah tanah yang mengalir di bawah barisan pegunungan kapur yang bermuara di laut selatan pulau Jawa.Merupakan salah satu dari tiga pusat wisata petualangan cave tubing yang ada di dunia, setelah Meksiko dan Selandia Baru

17 Keindahan alam " Dieng Plateau "

Keindahan alam Dieng Plateau 

Keindahan alam Dieng Plateau menjadi anugerah yang tak ternilai harganya, sebagai tempat bersemayam para Dewata, dataran tinggi Dieng menawarkan lebih dari 37 obyek wisata yang telah diakui Dunia. Kami mengupas-tuntas daftar obyek wisata di Dieng dengan dokumentasi original yang berhasil diabadikan sepanjang tahun. Dieng dengan segala fenomena alam dan budayanya menjadikan siapapun yang berkunjung merasa kagum, jaman dulu kala beberapa warga berkebangsaan Belanda sering mendatangi Obyek Wisata Dieng tentunya bukan tanpa alasan bahkan mereka berani mempromosikan ke Negara-negara Eropa agar mau mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Maka inilah ulasan mengapa kamu harus berkunjung ke Dieng.

1. Anak dengan Rambut Gimbal



Cerita anak berambut gimbal yang fenomenal inilah yang membuat Dieng dan sekitarnya menjadi begitu fenomenal seperti sekarang. Diperkuat dengan promosi melalui Dieng Culture Festival yang rutin diadakan setiap tahun membuat semakin banyak orang yang ingin tahu eksistensi dari bocah berambut gimbal dari dataran tinggi Dieng. Anak berambut Gimbal memang banyak di temui di Dataran Tinggi Dieng. Tanah ini memang masih dianggap sebagai tanah mistis karena dipercaya sebagai salah satu tempat bersemayam para dewa. Anak berambut gimbal dari Dieng pun termasuk salah satu fenomena mistis tapi nyata dari dataran tinggi Dieng.

2. Objek Wisata Telaga Warna

Telaga Warna Dieng berada di 25 km dari pusat kota Wonosobo. Nama telaga ini berasal dari berubahnya warna air, seperti hijau, kuning bahkan berwarna-warni layaknya pelangi. Kejadian unik ini terjadi karena terdapatnya kandungan sulfur yang cukup tinggi dalam air tersebut. Telaga ini dikelilingi oleh gugusan beberapa bukit  dan masuk dikawasan cagar alam atau balai konservasi, telaga ini didominasi warna hijau agak tua, hijau muda dan gradasi sampai agak coklat, Untuk masuk di lokasi ini pengunjung dapat melewati gerbang yang didesain natural dengan tempelan batu-batu alam, setelah masuk melewati  jalan yang sampingnya dipenuhi dengan bunga hortensia pengunjung dapat memilih jalan lurus yang sudah diperkeras dengan paving blok,  berjalan disisi telaga ini dengan naungan pohon akasia yang mendominasi tepian telaga, aroma bunga mimoza mengharumkan suasana dan menjadi penyegar nafas siapa saja yang berkunjung kesana. Nah Harga Tiket Masuk Telaga Warna : Rp 5.000 (weekday) – Rp 7.500 (weekend). Cukup murahkan.

3. Kawah si Kidang

Objek wisata di Wonosobo lainnya adalah kawah Si Kidang. Semburan air panas dengan asap yang asap mengepul menjadi sebuah daya tarik yang unik. Hal ini membuat kawah ini dinamakan cincin api yang menakjubkan. Terjadinya kawah sikidang berlatar belakang kisah pra pernikahan antara pangeran Kidang Garungan dan Putri Shinta Dewi.
Pada jaman dahulu kala di dataran tinggi dieng ada seorang putri yang cantik jelita, bernama Shinta Dewi. Sang putri terkenal karena kecantikan parasnya. Banyak pangeran melamar sang putri, namun syarat dari sang putri berupa harta benda yang jumlahnya sangat banyak, tidak dapat disanggupi oleh para pangeran pelamarnya.

4. Kemping Semalam Di Puncak Prau

Gunung prau merupakan sebuah gunung yang terletak di provinsi Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan kabupaten wonosobo dan kabupaten kendal. Gunung prau terkenal dengan viewnya yang bagus. Ketinggian gunung prau adalah 2.565 mdpl. Menurut beberapa post, gunung ini adalah gunung yang pendek tapi menarik, di atasnya kita akan mendapati padang rumput berbunga dan bukit-bukit kecil seperti bukit pada film teletubuies. View yang kita dapatkan disana adalah view sunrise yang menyinari gunung Sumbing dan Sindoro, di kejauhan belakang, akan nampak pula gunung merapi merbabu. Waktu pendakian 2-3 jam, merupakan waktu yang pas bagi pemula seperti saya. 26-27 April 2014 yang lalu saya dan teman-teman elektro 08 naik gunung ini bersama-sama untuk membuktikannya.

5. Bukit Sikunir


Golden sunrise merupakan keistimewaan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, dimana jelas terlihat keagungan Tuhan melalui ciptaanya, golden sunrise yang dapat dinikmati dari gunung Sikunir, merupakan anugerah terindah untuk siapapun yang berkunjung ke Sikunir untuk menikmati keindahan alam yang jarang ada tandingannya. Untuk mencapai gunung Sikunir desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di pulau Jawa yang terletak 7 Km dari poros Dieng dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun sepeda motor mengingat tidak ada kendaraan umum sampai ke desa tersebut. Harga Tiket Masuk Bukit Sikunir : Rp 6.000.

6. Makan Buah Carica

Carica adalah salah satu yang membuat saya penasaran selama mengunjungi Dieng. Baru kali ini saya mendengar kata Carica. Boleh sebut saya katrok, tetapi kali ini memang saya tidak tahu sama sekali dengan yang namanya Carica. Oke, ternyata Carica ini adalah salah satu oleh – oleh khas Dieng. Banyak orang yang berlibur ke Dieng yang pulangya membeli carica sebagai oleh – oleh. Memang Carica/karika yang merupakan pepaya gunung ini hanya bisa ditemui di dataran tinggi yang basah seperti Dieng. Asalnya sendiri bukan dari Indonesia, tetapi dari Amerika selatan.

7. Komplek Candi

Banyak sekali terdapat candi-candi peninggalan Hindu Di Dataran Tinggi Dieng. Candi-candi Hindu yang tersebar di sana dinamakan sesuai dengan nama tokoh-tokoh dalam epik Mahabharata yang terkenal itu. Ada Bima, Arjuna, Gatot Kaca, Srikandi, dan sebagainya. Seni arsitektur candi mengadopsi bangunan candi yang ada di India. Hal ini dapat terlihat dari arca-arca yang menghiasi sisi bangunan candi, di antaranya Mahakala, Nandi Swara, Durga Mahesasura Mardini, Ganesa, dan Agastya. Dua bangunan candi yang dapat dibandingkan adalah  Candi Arjuna yang mirip dengan Candi Bhintargaon di India serta Candi Semar yang mirip dengan Candi Parasurameswara (India) dengan bentuk Mandapa.

8. Telaga Cebong


Telaga ini memiliki sebutan telaga di atas awan, sebuah telaga yang berada di ketinggian 2.300 m dpl, terletak di Desa Sembungan. Telaga Cebong adalah harmoni alam yang indah yang dapat Anda temui di kawasan wisata Dieng di Wonosobo. Anda bahkan dapat berkemah di kawasan telaga ini. Warna langit yang biru berpadu dengan hijaunya perbukitan yang memantul pada permukaan telaga yang tenang dan jernih. Di tempat ini, Anda akan merasakan keindahan alam yang begitu menawan dan udara pegunungan yang menyegarkan. Menaiki perahu dan mengitari telaga ini adalah cara terbaik untuk merasakan pesona alam yang dimiliki telaga di atas awan tersebut. Pernahkah terbayang oleh Anda berperahu di atas gunung? Air di telaga ini tidak bercampur dengan belerang, oleh sebab itu warnanya jernih dan bersih. Memiliki kedalaman 2 – 4 meter, Anda bahkan dapat memancing di Telaga Cebong ini. Pada umumnya, para penikmat perjalanan yang datang ke kawasan wisata Dieng terlebih dahulu menikmati sunrise di Bukit Sikunir Dieng sebelum singgah ke Telaga Cebong.

9. Makan Mie Ongklok


Sebut saja namanya Mi Ongklok, nama sebenarnya. Iya, memang aslinya bernama Mi Ongklok yang merupakan mi rebus khas Wonosobo. Mi yang baru pertama kali saya coba ini dibuat dengan cara yang unik, menggunakan alat bantu bernama Ongklok. Ongklok ini semacam keranjang kecil dari anyaman bambu sebagai tempat mi yang kemudian dicelupkan ke air panas. Jadi sudah tahu kan kenapa disebut Mi Ongklok? Penyajiannya pun juga unik. Menggunakan racikan bumbu spesial, dengan kol dan potongan daun kucai, lalu disiram dengan kuah kental berkanji yang dikenal dengan loh. Sebagai pelengkapnya, Mi Ongklok dinikmati dengan sate sebagai pelengkapnya. Yang ngaku doyan kuliner, wajib banget deh cobain kuliner khas Wonosobo yang satu ini!

10. Goa Jaran


Goa Jaran atau Goa Kuda adalah sebuah Goa di kawawan dataran tinggi dieng yang memiliki keunikan karena bentuk mulut goa ini seperti kuda. Goa ini dipercaya memiliki aura mistis yang kuat, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung kesana untuk mencari wangsit dan bertapa. Namun, bagi Anda yang hobi foto, lokasi ini sangat menjanjikan sebagai lokasi yang memberikan pesona bentukan alam yang menarik. Dalam sebuah legenda diceritakan bahwa suatu hari hujan turun dengan deras. Seekor  kuda (betina) kendaraan milik Resi Kendalisato kebingungan mencari tempat berteduh. Kuda tersebut berlari kesana kemari sampai akhirnya menemui lubang besar lalu bermalam di dalam goa tersebut. Keeseokan harinya, saat keluar dari goa, kuda tersebut bunting atau hamil. Nah berdasarkan kisah itu ada mitos bahwa pasangan manusia yang kesulitan mendapatkan keturunan jika bersemedi disana akan segera terkabul.

11. Desa Wisata Sembungan


Sembungan adalah sebuah desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Yang menarik dari desa ini kreativitas masyarakat untuk mandiri dan mengembangkan desanya menjadi tujuan wisata. Dengan alasan itu desa ini dua kali meraih juara tingkat provinsi untuk desa tujuan wisata terfavorit Jateng-DIY. Pada musim dingin di sekujur Desa Sembungan terdapat tanaman kentang yang terbalut salju. Pesona Sembungan tidak ada duanya kala sejumlah anak-anak kecil rambut gimbal berjalan pagi hari menuju sungai di telaga bersama orang tuanya. Sembungan menjadi kesan terkenal dikalangan wisatawan karena menjadi jalur utama menuju Bukit Sikunir.

12. Goa Semar


Goa semar atau goa sang pamomong. Dinamakan seperti itu karena merupakan lokasi bersemedi oleh beberapa tokoh penting seperti Soekarno dan Soeharto. Selain sebagai tempat semedi, goa juga diyakini dapat menjadi salah satu media alternatif untuk menyampaikan masalah diri kepada Yang Maha Kuasa. Selain sejarah dan kemistisannya, Goa Semar ini merupakan goa yang letaknya paling tinggi di Dataran Tinggi Dieng lho, sobat traveler. Meskipun, ukuran dari Goa Semar ini tidaklah begitu luas. Ukuran Goa Semar ini hanya 4 meter persegi. Seukuran dengan candi-candi yang juga ditemukan di Dataran Tinggi Dieng ini.

13. Gardu Pandang Tieng


Tempat yang paling banyak menjadi kenangan dan menjadi favorit wisatawan asing dalam perjalanan menuju Dieng adalah Gardu Pandang Tieng (GPT). Terletak pada ketinggian 1789 Mdpl tepat berada di atas Desa Tieng, lokasi ini merupakan lokasi yang paling tepat untuk menyaksikan terbitnya matahari dan menjadi lokasi alternatif bagi yang ingin melihat golden sunrise tapi tidak sempat naik ke bukit Sikunir, hampir setiap pagi sehabis subuh sudah ada orang yang berada dilokasi ini untuk menikmati keindahan terbitnya matahari tanpa penghalang apapun.

14. Dieng Plateu Theater

Lokasinya persis berada di samping Telaga Warna. Disini belum ada informasi mengenai jadwal pemutaran film. Jika sudah lebih dari 10 orang, maka film akan langsung diputar. Film yang berdurasi 30 menit ini bercerita mengenai Dataran Tinggi Dieng dari sudut pandang sejarah dan budaya. Bagaimana terjadinya Dataran Tinggi Dieng yang berawal dari letusan Gunung api yang besar, potensi alam Dieng yang banyak dimanfaatkan untuk perkebunan sayur dan buah, gejala-gejala vulkanologi dan pemanfaatan panas bumi yang ada di Dieng, tragedi Kawah Sinila pada tahun 1979 yang memakan korban jiwa, kesenian tradisional, sejarah rambut gimbal anak-anak Dieng dan tradisi ruwatan pemotongan rambut gimbal serta kondisi cuaca di dataran tinggi Dieng yang suhunya bisa mencapai 0 (nol) derajat celcius di musim kemarau. Semuanya tersaji secara singkat, menarik dan informatif. Harga Tiket Masuk Dieng Plateau Theater : Rp 4.000.
(*harga bisa berubah sewaktu-waktu)

15. Sumur Jalatunda


Terletak di arah paling barat kawasan wisata Dieng, tepatnya terletak di Desa Wisata Pekasiran, Sumur Jalatunda memiliki beberapa versi cerita asal muasal sumur. Menurut asumsi ilmiah, sumur berwarna hijau pekat berdiameter sekitar 90 meter ini adalah sebuah kepundan yang terbentuk akibat letusan gunung api jutaan tahun lalu. Sementara, ada mitos yang menyebutkan bahwa dahulu kala ada seorang putri cantik jelita yang gemar mengenakan pakaian serba putih, namun berperangai jahat. Putri cantik ini sering meminta tumbal kepada masyarakat sekitar untuk dikorbankan dan ditenggelamkan di sumur ini. Untuk dapat sampai di sumur ini, Anda harus meniti 257 anak tangga. Saat sampai di anak tangga terakhir, Anda akan melihat tumpukan batu kerikil yang terhampar beralaskan karung beras. Menurut keyakinan masyarakat lokal, mereka yang mampu melempar batu kerikil ke sumur sejauh jarak tertentu akan mendapatkan keberuntungan dan terkabul niat serta keinginannya. Inilah sebab batu kerikil di tempat ini menambah keunikan dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk mengunjunginya. Tetapi, batu yang digunakan untuk melempar keberuntungan adalah batu yang harus dibeli dari anak-anak Dieng di lokasi sumur ini, yaitu batu kerikil beralas karung ala kadarnya di ujung anak tangga. Anda hanya harus mengeluarkan biaya Rp 500 untuk batu kerikil itu.

16. Batu Ratapan Angin


Dieng merupakan bekas gunung vulkanik purba yang sudah tidak aktif lagi, dalam sebuah bekas letusan gunung tentu saja akan meninggalkan sisa pahatan alam berupa bukit-bukit, bebatuan yang menonjol tak beraturan dan tebing-tebing yang artistik seperti halnya dengan batu ratapan angin yang berada diatas telaga warna. Batu ratapan angin merupakan dua buah batu besar yang berdampingan dan terletak diatas bukit sekitar Dieng Plateau Theatre lokasi ini menjadi lokasi strategis untuk menikmati keindahan telaga warna pengilon dengan background hamparan lukisan alam yang sempurna. Ibarat  kanvas yang telah dilukis, kesempurnaan lukisan Telaga warna dapat dinikmati secara detail dari atas batu yang membentuk agak kotak dan satunya lagi berdiri kokoh disampingnya, hembusan angin sering terasa kencang dan menimbulkan suara mendesis seperti orang meratapi kesedihan, barangkali itulah kenapa dua buah batu ini diberi nama batu ratapan.

17. Telaga Menjer


Telaga menjer merupakan telaga terluas dikawasan Dieng, terletak di Desa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, dengan luas sekitar 70 Ha dan kedalaman sekitar 60 meter, berada pada ketinggian sekitar 1300 Mdpl, tepatnya dibawah gunung Sikudi, telaga yang dikenal oleh berbagai kalangan sejak tahun 1905 karena dokumentasinya dipublikasikan oleh Warga berkebangsaan Belanda, bahkan sampai tahun 1940 punmasih sering diabadikan dalambentuk foto oleh warga berlanda tersebut yang akhirnya datanya tersimpan di Belanda. Terletak dibawah gunung yang lebat tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi telaga menjer karena airnya akan selalu melimpah, selain untuk kepentingan wisata, pemancingan, pengairan, telaga menjer juga dimanfaatkankan sebagai pembangkit Listrik tenaga air (PLTA) mulai tahun 1982 sampai sekarang. Lokasi yang nyaman seperti di telaga menjer ini menjadi idola tersendiri bagi penduduk local maupun wisatawan yang berkunjunjung, bukit-bukit dan bebatuan yang berdiri kokoh seolah menciptakan benteng tersendiri untuk melindungi kecantikan telaga menjer ini.
Pesona Dieng, Kecantikan Alam Pulau Jawa Chandra WidyatamaJune 18, 2014 0 Comments Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah dengan ketinggian rata-rata mencapai sekitar 2000 Meter Diatas Pemukaan Laut (mdpl). Secara Etimologi, nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi, yaitu “Di” yang artinya Tempat atau Gunung dan “Hyang” yang artinya Dewa, sehingga dapat diartikan bahwa Dieng merupakan daerah pegunungan tempat bersemayamnya para Dewa. Suguhan pemandangan alam yang disajikan kawasan ini sangatlah unik dan menakjubkan dimana datarannya yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan, kawah dan telaga, semakin serasi dengan udaranya yang sejuk dan asri. Sejak dulu kawasan Dieng sudah menjadi pusat perkembangan kebudayaan di Indonesia dan sampai sekarang tetap menjadi objek wisata yang terkenal di kalangan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasi dan Transportasi Secara administratif, Dieng termasuk dalam dua wilayah Kabupaten, yaitu di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 116 Km dari Yogyakarta atau sekitar 25 Km dari Wonosobo. Tidak sulit untuk mencapai kawasan dieng karena sarana transportasi umumnya sangat mudah ditemukan, apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi ataupun menyewa mobil. Jika anda menggunakan transportasi umum maka dari Jogja anda dapat naik Bus ataupun Travel tujuan Wonosobo. Ongkos travel sekitar Rp 40.000*) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar tiga jam. Setibanya di Wonosobo, anda dapat melanjutkan perjalanan dengan naik minibus tujuan Desa Dieng. Ongkosnya sekitar Rp 8.000*) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam. Setibanya di Desa Dieng, anda dapat berjalanan kaki menuju kawasan Dieng dan bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi, anda dapat parkir kendaraan pada tempat yang sudah disediakan sehingga akan lebih aman saat ditinggalkan. Wisata Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wisata yang sangat spesial karena terdapat banyak objek wisata menarik yang bisa anda nikmati. Selama satu jam perjalanan dari Wonosobo menuju Dieng, anda akan melintasi jalanan menanjak yang berkelok dengan pemandangan perbukitan hijau dan perkebunan penduduk. Suasana pedesaan yang asri begitu kental terasa sepanjang melintasinya, dijamin akan membuat perjalanan anda tidak membosankan. jalan menuju dieng Jalan berkelok menuju Dieng dengan panorama yang memukau. Mengunjungi semua objek wisata di kawasan dataran tinggi Dieng tidak akan cukup dilakukan dalam satu hari karena semua pesona yang dimiliki akan membuat anda betah berlama-lama menikmatinya. Telaga warna, gunung prau, bukit sikunir, Kawah Sikidang, sumur Jalatunda, Dieng Plateau Theater, Museum kaliasa dan candi Arjuna adalah beberapa diantara objek wisata yang sering dikunjungi disini. Untuk mencapai masing-masing objek wisata tersebut anda dapat berjalan kaki ataupun menggunakan ojek wisata yang memang banyak tersedia di gerbang masuk kawasan Dieng. Tiba di pintu masuk kawasan Dieng, anda dapat menuju Telaga Warna terlebih dahulu. Masuk objek wisata ini dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000*) untuk wisatawan lokal dan Rp 9.000*) untuk wisatawan asing. Telaga warna sangatlah unik dengan permukaan airnya yang memiliki gradasi warna. Suasananya pun sangat nyaman dengan keasrian dan kealamian hutan lindungnya yang tetap terjaga, tak jarang anda pula akan mendengarkan kicauan burung-burung liar yang banyak berada disana. Selain telaga warna, dalam kawasan ini pula anda dapat mengunjungi beberapa objek lainnya seperti Telaga Pengilon, Gua Semar, Gua Sumut, Gua Jaran dan Gua Pengantin. telaga warna Dalam kawasan dataran tinggi dieng terdapat banyak candi kuno peninggalan masa lampau dan salah satu yang masih dapat dijumpai adalah Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di pulau Jawa. Dalam kompleks ini terdapat lima buah candi dengan arsitektur yang indah dan unik, yaitu candi Srikandi, candi puntadewa, candi semar, candi sembadra dan candi Arjuna yang merupakan candi utamanya. Hingga sekarang latar belakang keberadaan candi-candi ini masih menjadi pertanyaan karena tidak banyak relief yang bisa ditemukan dan karena hal inilah kompleks candi Arjuna menjadi candi paling misterius di Asia. Kompleks ini dibuka untuk umum setiap harinya dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan untuk masuk ke dalam kompleks ini anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 6.000*) untuk wisatawan lokal dan Rp 20.000*) untuk wisatawan asing. Harga tiket tersebut sudah termasuk pula dengan tiket masuk ke kawasan kawah Sikidang. komplek candi arjuna Komplek Candi Arjuna Puas menikmati kompleks Candi Arjuna, anda dapat berjalan kaki ke arah Barat Daya menuju Museum Kaliasa yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit. Museum ini akan dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB dengan tiket masuk untuk setiap pengunjung sebesar Rp 2.000*). Di museum ini anda dapat menyaksikan berbagai benda arkeologi peninggalan masa lampau seperti arca dan batu yang berasal dari Dieng. Selain itu, berbagai informasi lain bisa anda dapatkan disini, seperti informasi kehidupan khas masyarakat Dieng, flora dan fauna, kesenian tradisional dan juga cerita tentang anak gimbal. Terdapat pula ruangan teaternya (Dieng Plateau Theater) yang akan memutar film dokumenter seputar Dieng kepada pengunjung yang berjumlah minimal 10 orang. Di luar bangunan sekitar Museum terdapat banyak toko dan warung yang menjual berbagai souvenir dan makanan khas Dieng yang tentunya akan semakin melengkapi liburan anda. Dari Candi Arjuna dan Museum Kaliasa, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang yang merupakan kawah vulkanik aktif Dieng. Kawah ini cukup unik karena lubang semburan gasnya yang selalu berpindah-pindah. Dari karakternya inilah masyarakat sekitar menyebutnya Kidang yang artinya Kijang karena semburan gasnya terlihat seperti melompat-lompat bagai kijang. Berjalan di dalam kawasan ini anda diharuskan lebih berhati-hati karena terdapat banyak lubang bekas kawah dan juga beberapa lokasi tanah yang mengangah dengan air mendidih di bawahnya. Selalu ikuti peraturan yang ada, jangan melanggar batas pengaman dan jangan pula sesekali menyalakan api, mengingat kawah ini masih terbilang aktif. kawah sikidang Kawah Sikidang Keindahan pesona alam yang disuguhkan Dieng memang seperti tidak ada habisnya dan terbukti selalu menghadirkan sensasi tersendiri bagi wisatawan. Ingin menikmati sensasi yang lebih spektakuler ? Mendakilah gunung prau atau bukit sikunir. Dari atas puncaknya anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam pegunungan Jawa Tengah yang menakjubkan dengan hamparan awan-awan putihnya. Bermalamlah disana dan nikmati suguhan pemandangan Golden Sunrise di pagi harinya, sebuah pemandangan matahari terbit dengan kilau keemasannya. Pemandangan seperti ini jarang dijumpai ditempat lain dan dapat dikatakan sebagai lokasi matahari terbit terindah di dunia. Ada hal unik lainnya yang bisa anda saksikan saat berkunjung ke Dieng, yaitu melihat anak-anak berambut gimbal. Anak-anak ini memiliki rambut gimbal secara alami dan masyarakat sekitar mempercayainya bahwa mereka merupakan keturunan leluhur Dieng yang akan membawa keberuntungan, sehingga apapun keinginan sang anak harus dipenuhi oleh orang tuanya. Pada waktu tertentu, anda dapat menyaksikan prosesi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak ini yang biasanya akan diadakan saat bulan Sura dalam penanggalan Jawa. ruwatan rambut gembel Upacara ruwatan rambut gembel di Dieng. Tips Udara di kawasan Dieng rata-rata mencapai temperatur 150C , sebaiknya bawalah jaket untuk melindungi tubuh anda dari terpaan suhunya yang dingin. Berhati-hatilah saat dalam perjalanan menuju ataupun hendak pulang dari kawasan Dieng karena selain jalannya yang berkelok, saat menjelang sore biasanya jalur akan tertutup kabut tebal sehingga membatasi pandangan. Jika ingin menikmati sensasi liburan yang berbeda, datanglah saat bulan agustus ataupun bulan Sura pada penanggalan Jawa karena pada waktu tersebut anda dapat melihat prosesi ruwatan massal yang diadakan masyarakat sekitar di Kompleks Candi Arjuna. Bagi anda yang tidak membawa kendaraan pribadi, anda dapat berkeliling dengan menggunakan jasa ojek wisata yang ada. Sebaiknya lakukan negosiasi harga terlebih dahulu agar mendapat kepastian harga dan tentunya dengan harga yang lebih murah. Dataran Tinggi Dieng menyimpan banyak keindahan yang mampu membuat takjub tiap pasang mata yang memandang. Pesonanya yang melegenda dengan segala keunikannya menjadikan tempat ini sebagai kawasan wisata yang berbeda dari yang lainnya, dijamin akan membuat anda terpukau dan betah berlama-lama untuk menikmatinya. Aturlah waktu liburan anda untuk menyempatkan diri berkunjung ke kawasan ini. Selamat berlibur! *) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Sumber ePariwisata
Pesona Dieng, Kecantikan Alam Pulau Jawa Chandra WidyatamaJune 18, 2014 0 Comments Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah dengan ketinggian rata-rata mencapai sekitar 2000 Meter Diatas Pemukaan Laut (mdpl). Secara Etimologi, nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi, yaitu “Di” yang artinya Tempat atau Gunung dan “Hyang” yang artinya Dewa, sehingga dapat diartikan bahwa Dieng merupakan daerah pegunungan tempat bersemayamnya para Dewa. Suguhan pemandangan alam yang disajikan kawasan ini sangatlah unik dan menakjubkan dimana datarannya yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan, kawah dan telaga, semakin serasi dengan udaranya yang sejuk dan asri. Sejak dulu kawasan Dieng sudah menjadi pusat perkembangan kebudayaan di Indonesia dan sampai sekarang tetap menjadi objek wisata yang terkenal di kalangan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasi dan Transportasi Secara administratif, Dieng termasuk dalam dua wilayah Kabupaten, yaitu di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 116 Km dari Yogyakarta atau sekitar 25 Km dari Wonosobo. Tidak sulit untuk mencapai kawasan dieng karena sarana transportasi umumnya sangat mudah ditemukan, apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi ataupun menyewa mobil. Jika anda menggunakan transportasi umum maka dari Jogja anda dapat naik Bus ataupun Travel tujuan Wonosobo. Ongkos travel sekitar Rp 40.000*) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar tiga jam. Setibanya di Wonosobo, anda dapat melanjutkan perjalanan dengan naik minibus tujuan Desa Dieng. Ongkosnya sekitar Rp 8.000*) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam. Setibanya di Desa Dieng, anda dapat berjalanan kaki menuju kawasan Dieng dan bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi, anda dapat parkir kendaraan pada tempat yang sudah disediakan sehingga akan lebih aman saat ditinggalkan. Wisata Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wisata yang sangat spesial karena terdapat banyak objek wisata menarik yang bisa anda nikmati. Selama satu jam perjalanan dari Wonosobo menuju Dieng, anda akan melintasi jalanan menanjak yang berkelok dengan pemandangan perbukitan hijau dan perkebunan penduduk. Suasana pedesaan yang asri begitu kental terasa sepanjang melintasinya, dijamin akan membuat perjalanan anda tidak membosankan. jalan menuju dieng Jalan berkelok menuju Dieng dengan panorama yang memukau. Mengunjungi semua objek wisata di kawasan dataran tinggi Dieng tidak akan cukup dilakukan dalam satu hari karena semua pesona yang dimiliki akan membuat anda betah berlama-lama menikmatinya. Telaga warna, gunung prau, bukit sikunir, Kawah Sikidang, sumur Jalatunda, Dieng Plateau Theater, Museum kaliasa dan candi Arjuna adalah beberapa diantara objek wisata yang sering dikunjungi disini. Untuk mencapai masing-masing objek wisata tersebut anda dapat berjalan kaki ataupun menggunakan ojek wisata yang memang banyak tersedia di gerbang masuk kawasan Dieng. Tiba di pintu masuk kawasan Dieng, anda dapat menuju Telaga Warna terlebih dahulu. Masuk objek wisata ini dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000*) untuk wisatawan lokal dan Rp 9.000*) untuk wisatawan asing. Telaga warna sangatlah unik dengan permukaan airnya yang memiliki gradasi warna. Suasananya pun sangat nyaman dengan keasrian dan kealamian hutan lindungnya yang tetap terjaga, tak jarang anda pula akan mendengarkan kicauan burung-burung liar yang banyak berada disana. Selain telaga warna, dalam kawasan ini pula anda dapat mengunjungi beberapa objek lainnya seperti Telaga Pengilon, Gua Semar, Gua Sumut, Gua Jaran dan Gua Pengantin. telaga warna Dalam kawasan dataran tinggi dieng terdapat banyak candi kuno peninggalan masa lampau dan salah satu yang masih dapat dijumpai adalah Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di pulau Jawa. Dalam kompleks ini terdapat lima buah candi dengan arsitektur yang indah dan unik, yaitu candi Srikandi, candi puntadewa, candi semar, candi sembadra dan candi Arjuna yang merupakan candi utamanya. Hingga sekarang latar belakang keberadaan candi-candi ini masih menjadi pertanyaan karena tidak banyak relief yang bisa ditemukan dan karena hal inilah kompleks candi Arjuna menjadi candi paling misterius di Asia. Kompleks ini dibuka untuk umum setiap harinya dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan untuk masuk ke dalam kompleks ini anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 6.000*) untuk wisatawan lokal dan Rp 20.000*) untuk wisatawan asing. Harga tiket tersebut sudah termasuk pula dengan tiket masuk ke kawasan kawah Sikidang. komplek candi arjuna Komplek Candi Arjuna Puas menikmati kompleks Candi Arjuna, anda dapat berjalan kaki ke arah Barat Daya menuju Museum Kaliasa yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit. Museum ini akan dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB dengan tiket masuk untuk setiap pengunjung sebesar Rp 2.000*). Di museum ini anda dapat menyaksikan berbagai benda arkeologi peninggalan masa lampau seperti arca dan batu yang berasal dari Dieng. Selain itu, berbagai informasi lain bisa anda dapatkan disini, seperti informasi kehidupan khas masyarakat Dieng, flora dan fauna, kesenian tradisional dan juga cerita tentang anak gimbal. Terdapat pula ruangan teaternya (Dieng Plateau Theater) yang akan memutar film dokumenter seputar Dieng kepada pengunjung yang berjumlah minimal 10 orang. Di luar bangunan sekitar Museum terdapat banyak toko dan warung yang menjual berbagai souvenir dan makanan khas Dieng yang tentunya akan semakin melengkapi liburan anda. Dari Candi Arjuna dan Museum Kaliasa, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang yang merupakan kawah vulkanik aktif Dieng. Kawah ini cukup unik karena lubang semburan gasnya yang selalu berpindah-pindah. Dari karakternya inilah masyarakat sekitar menyebutnya Kidang yang artinya Kijang karena semburan gasnya terlihat seperti melompat-lompat bagai kijang. Berjalan di dalam kawasan ini anda diharuskan lebih berhati-hati karena terdapat banyak lubang bekas kawah dan juga beberapa lokasi tanah yang mengangah dengan air mendidih di bawahnya. Selalu ikuti peraturan yang ada, jangan melanggar batas pengaman dan jangan pula sesekali menyalakan api, mengingat kawah ini masih terbilang aktif. kawah sikidang Kawah Sikidang Keindahan pesona alam yang disuguhkan Dieng memang seperti tidak ada habisnya dan terbukti selalu menghadirkan sensasi tersendiri bagi wisatawan. Ingin menikmati sensasi yang lebih spektakuler ? Mendakilah gunung prau atau bukit sikunir. Dari atas puncaknya anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam pegunungan Jawa Tengah yang menakjubkan dengan hamparan awan-awan putihnya. Bermalamlah disana dan nikmati suguhan pemandangan Golden Sunrise di pagi harinya, sebuah pemandangan matahari terbit dengan kilau keemasannya. Pemandangan seperti ini jarang dijumpai ditempat lain dan dapat dikatakan sebagai lokasi matahari terbit terindah di dunia. Ada hal unik lainnya yang bisa anda saksikan saat berkunjung ke Dieng, yaitu melihat anak-anak berambut gimbal. Anak-anak ini memiliki rambut gimbal secara alami dan masyarakat sekitar mempercayainya bahwa mereka merupakan keturunan leluhur Dieng yang akan membawa keberuntungan, sehingga apapun keinginan sang anak harus dipenuhi oleh orang tuanya. Pada waktu tertentu, anda dapat menyaksikan prosesi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak ini yang biasanya akan diadakan saat bulan Sura dalam penanggalan Jawa. ruwatan rambut gembel Upacara ruwatan rambut gembel di Dieng. Tips Udara di kawasan Dieng rata-rata mencapai temperatur 150C , sebaiknya bawalah jaket untuk melindungi tubuh anda dari terpaan suhunya yang dingin. Berhati-hatilah saat dalam perjalanan menuju ataupun hendak pulang dari kawasan Dieng karena selain jalannya yang berkelok, saat menjelang sore biasanya jalur akan tertutup kabut tebal sehingga membatasi pandangan. Jika ingin menikmati sensasi liburan yang berbeda, datanglah saat bulan agustus ataupun bulan Sura pada penanggalan Jawa karena pada waktu tersebut anda dapat melihat prosesi ruwatan massal yang diadakan masyarakat sekitar di Kompleks Candi Arjuna. Bagi anda yang tidak membawa kendaraan pribadi, anda dapat berkeliling dengan menggunakan jasa ojek wisata yang ada. Sebaiknya lakukan negosiasi harga terlebih dahulu agar mendapat kepastian harga dan tentunya dengan harga yang lebih murah. Dataran Tinggi Dieng menyimpan banyak keindahan yang mampu membuat takjub tiap pasang mata yang memandang. Pesonanya yang melegenda dengan segala keunikannya menjadikan tempat ini sebagai kawasan wisata yang berbeda dari yang lainnya, dijamin akan membuat anda terpukau dan betah berlama-lama untuk menikmatinya. Aturlah waktu liburan anda untuk menyempatkan diri berkunjung ke kawasan ini. Selamat berlibur! *) Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Sumber ePariwisata