Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional. Tampilkan semua postingan

Berbagi Trip | 5 pantai terindah di indonesia yang tersembunyi

Mungkin sebagian dari Anda lebih menikmati keindahan alam di tepi pantai dalam suasana yang sepi, jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan bermotor atau pedagang asongan dan pengunjung yang terlalu banyak layaknya di lokasi wisata pantai-pantai yang sudah populer. Maka tidak ada salahnya Anda mencoba mengunjungi lokasi pantai tersembunyi yang jarang didatangi wisatawan.

1.Pantai Green Bowl, keindahan tersembunyi di Kuta Selatan, Bali.

Jika Anda sering berlibur ke Bali, namun sering mengunjungi pantai-pantai yang sudah populer semacam Pantai Kuta, Pantai Sanur atau Pantai Nusa Dua, maka cobalah datang ke Pantai Green Bowl ini. Keindahan alam dan ekslusifitasnya akan memberikan sensasi yang jauh berbeda. Pantai yang lebih banyak didatangi wisatawan mancanegara terutama para surfer / peselancar ini terletak di balik bebukitan, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang terjal untuk mencapai pantainya.

 

Tetapi perjuangan menuruni anak tangga ini terbayar lunas ketika Anda telah menginjakkan kaki di pasir putihnya. Disebut Green Bowl atau mangkuk hijau karena setiap air laut surut maka akan membentuk mangkuk dari karang-karang yang berwarna hijau saat Anda lihat dari atas bukit. Meski pantai ini belum ada di guide book wisata ataupun paket perjalanan. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena pantai ini letaknya tidak jauh dari Denpasar ataupun Kuta. Ketiganya berada di Semenanjung Bukit, di antara Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana dan Pura Uluwatu. Pantai Green Bowl jarang dipublikasikan di media massa, sehingga belum banyak turis yang mengetahui keberadaan pantai ini. Akan tetapi, mungkin inilah yang membuatnya unik, sebuah tempat indah tersembunyi, tempat untuk sejenak menjauh dari hiruk pikuk keramaian wisata Bali.

2.Pantai Pulau Peucang, Banten. Eksotisme pantai dipadu keberagaman flora dan fauna.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlICOWsXnf8tymUmMlwUgA-THzzBm38rILDjfswnRxiHiBbxEM7iJ0_X_QIg_wrFlVBEe7q6fKxr1TEQyf4SJYDzwFVkmUUgu1RXxc1zdoOof9w2P6U6qEij22d3XXQxhpLXH-Ls3g8Ls/s1600/dermaga+pulau+peucang.JPG

Anda mencari sensasi keindahan alam yang sebenarnya? Datanglah ke Pulau Peucang di kawasan Ujung Kulon ini. Pulau Peucang berada di Selat Panaitan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten atau sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon.  Pulau Peucang hanya dapat dicapai lewat laut melalui dermaga penyebrangan dari Kecamatan Sumur yang berjarak 9 jam perjalanan dari Jakarta dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Untuk mencapai lokasi pantai ini memang berat, tapi terbayar lunas ketika mata kita termanjakan oleh hamparan pasir putih, gradasi warna air laut  dan buih putih ombak yang berkejaran. Di sini telah menanti keindahan pasir putih dan terumbu karangnya, air lautnya yang biru jernih sempurna untuk berenang, menyelam, memancing, atau snorkeling.  Pulau ini juga ideal untuk pengamatan beragam satwa terutama rusa. UNESCO menganugerahi pulau ini sebagai salah satu dari situs alam warisan dunia karena memiliki keberagaman flora dan faunanya. Akomodasi yang tersedia di sekitar lokasi, terdapat beberapa resort dan penginapan dengan tarif dibawah 1 juta. Habiskan akhir pekan Anda bersama orang-orang tercinta, dan nikmati refreshing yang sebenarnya di sini.

3.Pantai Nembrala, Pulau Rote. Surga dari sisi selatan Indonesia.

http://basodara.com/wp-content/uploads/2014/11/url.jpg

Pantai Nembrala disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote, yang memiliki hamparan pasir putih sejauh mata memandang, biru laut yang indah dan ombak yang menantang. Walaupun sudah banyak resort dan hotel di dekat lokasi pantai ini, wisatawan yang datang masih didominasi turis asing daripada domestik. Pantai Nembrala memiliki deru ombak berkelas dunia yang dicari para peselancar amatir maupun profesional, maka tak heran area ini pernah dijadikan salah satu lokasi lomba selancar bertaraf internasional. Tapi jangan khawatir, bagi Anda yang gemar berenang ada juga spot tertentu yang aman untuk swimming. Untuk mencapai pulau ini Anda perlu melakukan penerbangan dari Bali menuju kota Kupang (Bandar Udara El Tari). Sesampainya di Kupang Anda dapat menginap terlebih dahulu di kota ini atau langsung menuju pulau Rote. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan mobil menuju Pelabuhan Tenau sekitar 30 menit. Penyebrangan melalui Pelabuhan Tenau ke Pulau Rote dengan menumpang kapal Ferry menuju Pantai Baru (Pelabuhan di Pulau Rote) dimana perjalanan dilakukan sekitar 3-4 jam atau dengan menggunakan kapal cepat menuju Kota Ba’a sekitar 40-60 menit. Jika Anda menyusuri pulau ke arah timur, pesona pantai semakin menggoda.

https://travelmotoblog.files.wordpress.com/2015/06/img-20120715-00255.jpg 
 
Anda akan menemukan Pantai Bo’a. Pantai ini adalah tempat wisatawan bermain selancar. Ketinggian ombak dipantai ini relatif sama dengan pantai Nembrala. Hanya sekitar 2-3 mil dari Pantai Bo’a, nampak Pulau Ndana yang menjadi markas satu peleton pasukan Marinir TNI Angkatan Laut mengamankan perbatasan NKRI dari sisi selatan.

4.Pantai Pulau Ndaa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Highly class of nature’s beauty!

 https://duabelastraveltoindonesia.files.wordpress.com/2014/07/wakatobi-island-wakatobi-indonesia-travel-to-indonesia-www-traveltoindonesia-info-2.jpg

Informasi tentang Pantai Pulau Ndaa masih sangat sedikit ditemukan, bahkan pencarian melalui google pun hanya memberikan beberapa informasi. Tapi siapa sangka, dibalik susahnya menemukan informasi wisata di area ini, keelokan alam berkelas dunia justru terbentang membuat siapa saja yang datang berdecak kagum. Informasi dan panduan tentang lokasi ini justru lebih mudah ditemukan jika Anda mencari tentang Wakatobi.

 
Yap! Siapa yang tidak kenal eksotisme Wakatobi? Untungnya, untuk menuju Pulau Ndaa hanya sekitar 1 jam perjalanan kapal dari pulau Tomia, kawasan wisata Wakatobi. Di pantai ini Anda ‘hanya’ akan menemukan keindahan pasir putih yang membentang, dengan biru air laut yang sangat tenang bahkan Anda bisa melihat dasar pantainya! Jangan heran jika Anda kesini dan lupa bahwa ini Indonesia, karena Anda akan berasa sedang di kawasan pantai Karibia. Informasi akomodasi dan transportasi yang lebih jelas bisa Anda dapatkan di pusat konservasi Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Selatan.

5.Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur. Eloknya seruling laut dari samudera selatan Jawa.


Last but not least, pernahkah Anda mengira di sebuah lokasi terpencil di tepi selatan Jawa Timur ini menyimpan keelokan yang tiada duanya? ini dia Pantai Klayar, sebuah pantai yang sangat jarang didengar oleh wisatawan tapi sungguh menyimpan kecantikan tersendiri. Hamparan pasir putih sepanjang +/- 1 kilometer membentang dari ujung timur hingga ke barat, batu karang yang berdiri kokoh dan berbentuk seperti ‘sphinx’, dipadu semburat ombak dari sebuah lubang di bebatuan karang yang membentuk air mancur alami hingga 10 meter tingginya, dan menimbulkan bunyi mendenging persis seperti seruling! Sekali datang kesana, dan Anda akan jatuh cinta untuk datang kembali. Di ujung timur Anda akan disapa oleh sebuah laguna yang jelita. Diapit oleh dua gugusan batu karang, laguna ini terlihat indah dengan gulungan ombak jernih yang menghantam dinding karang dan kemudian memecah dan berputar di hamparan pasir putih. Laguna kecil ini memang mempesona dan membuat betah berlama-lama duduk santai memandangnya. Ombak berkali-kali menghempas batu karang dengan kuatnya dan menimbulkan efek air terjun di dindingnya dengan buih-buih putih yang cantik.


 Anda juga bisa berenang di sungai kecil pertemuan arus sungai dengan bibir pantai tidak jauh di sisi timur. Penulis pernah mencoba berenang di sungai kecil ini, yang ternyata perpaduan antara air hangat dan air dingin. Lalu dengarkan suara dari bukit di atas Anda, seakan ada suara gemuruh air terjun, yang entah dari mana asalnya. Pantai ini masih sangat sepi. Jika datang bukan pada hari libur, Anda hanya akan menemukan beberapa nelayan yang sedang memancing. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai, diapit bukit karang di kanan dan kirinya. Anda bisa naik ke bukit karang di sebelah kanan dan menikmati pemandangan landscape Klayar yang indah dari sebuah gardu pandang. Untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan 3 jam perjalanan dari kota Pacitan atau sekitar 4 jam dari arah Jogja. 

 
Medan terjal yang ditempuh menjadi suatu pengalaman memacu adrenalin tersendiri, dan semuanya akan terbayar lunas dengan keindahan Pantai Klayar. Jika Anda datang rombongan, Anda diijinkan mendirikan tenda dan menginap di tepi pantai. Jangan ketinggalan menikmati sunrise dari gardu pandang di sisi barat pantai.

Berbagi Trip | 10 Tempat Wisata di Papua yang Wajib Dikunjungi


10 Tempat Wisata di Papua yang Wajib Dikunjungi


Jika Anda berpikir Indonesia tak lebih menarik dari pada negara-negara di Eropa / Luar negeri, cobalah kunjungi tanah Papua. Pulau paling timur yang ada di Indonesia ini memiliki segala keindahan alam yang tak habis Anda jelajahi. Daratan dan alam bawah lautnya menjadi surga tersendiri bagi para penggemar wisata alam. Tak hanya alamnya yang kaya, Papua juga menyimpan kearifan budaya lokal yang masih bertahan di zaman serba modern ini. Menjelajahi Papua tentunya akan menjadi sebuah pengalaman menarik yang bagi Anda.

Kunjungi Papua, jelalajahi kekayaan negeri sendiri. Jika masih bingung harus ke mana selama di sana, berikut rangkuman 10 tempat wisata di Papua yang wajib Anda kunjungi:


1. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

http://picture.triptrus.com/image/2014/06/taman-nasional-teluk-cendrawasih-3.jpeg

Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman nasional dengan luas 1.453.500 hektar ini hampir 90% berupa perairan. Tak mengherankan jika Taman Nasioanal Teluk Cenderawasih menjadi kawasan konservasi laut terbesar dan terluas di Indonesia. Di sini, terdapat 196 jenis moluska dan 209 jenis ikan yang bisa Anda saksikan di alam bawah lautnya. Tak jarang kura-kura, penyu, hiu dan lumba-lumba juga ikut menemani Anda saat menyelam.

http://1hal.com/wp-content/uploads/2014/10/teluk-cendrawasih4.jpg

Taman Nasional Teluk Cenderawasih diresmikan pada tahun 1993 oleh Kementerian Kehutanan. Selain menikmati alam bawah lautnya, Anda juga bisa menjelajahi pulau-pulaunya. Pulau Mioswaar, salah satu pulau di tempat wisata di Papua ini, memiliki gua dengan sumber air panas dengan kandungan belerang yang layak Anda kunjungi. Selain Pulau Mioswaar, masih ada Pulau Yoop, Pulau Numfor, Pulau Nusrowi dan pulau-pulau lainnya yang tak boleh Anda lewatkan.

Tempat wisata ini secara administratif berada di dua kabupaten yaitu Wondama dan Nabire. Taman nasional ini juga menjadi pusat penelitian hiu paus atau whale shark yang dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan LSM dalam dan luar negeri.



2. Raja Ampat

http://irher.com/wp-content/uploads/2015/11/slide07.jpg 
 

Raja Ampat

Siapa tak mengenal Raja Ampat? Salah satu tempat wisata di Papua ini keindahannya menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Raja Ampat ini terdiri dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati, Batanta dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Raja Ampat memiliki biota laut yang beragam. Menurut laporan dari The Nature Conservancy, sebanyak 75% spesies laut dunia ditemukan di perairan Raja Ampat. Selama menyelam, Anda akan ditemani sekitar 1.511 jenis ikan dan juga penyu laut. Mengasyikan, ya? Meskipun Anda bebas menyelam kapan saja sepanjang tahun di sini, namun waktu terbaiknya adalah pada bulan Oktober dan November. Pada bulan-bulan ini, cuaca sedang bagus dan air sangat jernih sehingga jarak pandang saat menyelam sangat ideal.

 http://www.indonesia.travel/assets/img/media/images/upload/poi/Chicken%20reef012014Raja%20Ampat.jpg

Jika tak ingin menyelam, Anda masih bisa menikmati keindahan Raja Ampat dengan melakukan trekking di pulau-pulaunya. Takut tersesat? Tenang. Anda bisa menggunakan jasa pemandu di sini. Pemandu di tempat wisata ini adalah warga setempat yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan. Jangan lupa membawa buah pinang atau permen untuk diberikan pada warga setempat. Buah pinang dan permen dianggap sebagai tanda persahabatan dan akan membuat Anda lebih akrab dengan mereka.

Di sini, ada banyak suvenir yang bisa Anda beli sebagai oleh-oleh mulai dari patung suku Asmat sampai alat musik dan kain tradisional.



3. Danau Sentani

 http://lokasiwisata.info/wp-content/uploads/2014/01/Wisata-danau-sentani-terletak-di-pulau-apa.jpg

Danau Sentani

Danau dengan luas 9.360 hektar ini merupakan danau terbesar di Papua. Terletak sekitar 50 km dari pusat kota Jayapura, Danau Sentani menawarkan keindahan luar biasa. Sedikitnya ada 21 pulau yang menghiasi danau dengan ketinggian 75 meter di atas permukaan laut ini.


http://kotawisataindonesia.com/wp-content/uploads/2013/08/mencari-ikan-danau-sentani.jpg

Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di sini mulai dari berenang, memancing, menyantap kuliner di sekitar danau sampai menyewa perahu untuk berkeliling danau. Selain itu, ada 24 desa di sekitar tempat wisata ini yang bisa Anda kunjungi dan berinteraksi langsung dengan warganya. Pemandangan deretan rumah panggung dengan jaring ikan menjadi hal yang wajar Anda saksikan di sini.

Yang menarik adalah adanya acara tahunan yaitu Festival Danau Sentani yang biasa diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni. Saat festival berlangsung, tempat wisata di Papua ini akan penuh disesaki wisatawan yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya setempat. Selain menikmati pertunjukan selama festival, Anda juga bisa memuaskan lidah dan perut dengan kuliner khas Papua yang banyak disajikan di sini.



4. Danau Paniai

http://www.humaspemdapaniai.com/wp-content/uploads/2015/04/Danau-Paniai-terlihat-dari-arah-barat.jpg

Danau Paniai

Danau Paniai tak kalah menarik dari Danau Sentani. Danau ini bahkan disebut sebagai danau terindah pada Konferensi Danau Se-Dunia di India pada tanggal 30 November 2007 yang diikuti 157 negara. Danau ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan luas 14.500 hektar. Saat senja, pemandangan di tempat wisata ini sangat cantik. Anda bisa melihat siluet tebing-tebing, burung-burung berterbangan di atas danau ditambah perahu nelayan setempat yang mulai merapat pulang.

Di sini, Anda bisa memancing bersama perempuan-perempuan suku Mee dan Moni yang biasa dipanggil ‘mama’. Danau Paniai merupakan salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di Papua, banyak ikan yang Anda temukan di sini seperti ikan mas, ikan nila dan ikan mujair.

Fasilitas yang disediakan di tempat wisata di Papua ini cukup lengkap mulai dari pos jaga, pemandu, sewa perahu dan alat pancing, sampai warung makan di sekitar danau. Jika ingin menikmati keindahan Danau Paniai lebih lama, Anda bisa menginap di rumah warga.




5. Lembah Baliem

http://tabloidjubi.com/komen/wp-content/uploads/2015/03/lembah-baliem1.jpg

Lembah Baliem

Lembah Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani yang terletak di sekitar Pegunungan Jayawijaya. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas laut membuat suhu di tempat ini bisa mencapai 10-15 derajat Celcius pada malam hari. Di sini, Anda bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan suku asli yang masih memakai koteka bagi pria dan rok rumbai bagi perempuannya.

http://cdn.tmpo.co/data/2013/08/14/id_209842/209842_620.jpg

Pada bulan Agustus, Lembah Baliem menjadi tempat wisata di Papua yang menarik banyak perhatian wisatawan. Selama tiga hari diselenggarakan acara tahunan yaitu Festival Lembah Baliem. Festival ini sebenarnya merupakan cara pemerintah untuk menghapuskan perang antar suku yang sering terjadi di sini. Perang antar suku telah dilarang, sebagai gantinya diadakan festival ini yang mengubah perang tersebut menjadi pertunjukan seni dan budaya untuk mengundang wisatawan.

Dalam perang di festival ini, ada skenario yang dijalankan. Biasanya perang akan diawali dengan penculikan perempuan salah satu suku atau pencurian babi yang menjadi hewan ternak di sini. Selanjutnya, perang akan berlangsung dengan diawali tarian suku dan diiringi musik tradisional. Selain perang, ada juga lomba karapan babi antar desa dan pesta babi bakar. Anda juga bisa membeli kerajinan tangan hasil karya suku setempat.



6. Desa Wisata Sauwandarek

http://panduanwisata.id/files/2012/10/dsc_0231.jpg


Desa Wisata Sauwandarek

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/09/Desa-Wisata-Sauwandarek.jpg 

Jika di Lembah Baliem Anda bisa berinteraksi dengan suku yang tinggal di pegunungan, di Desa Sauwandarek Anda bisa bertemu langsung dengan suku asli yang hidup di pesisir. Desa Sauwandarek masih berada di kawasan Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di Meos Mansar. Di sini, Anda bisa melihat rumah tradisional yang terbuat dari kayu dan beratapkan jerami.

Tempat wisata budaya ini hanya ditempati sekitar 46 kepala keluarga. Perempuan-perempuan di sini biasa membuat topi dan tas dari daun pandan laut. Jika menyukai hasil karya mereka ini, Anda bisa membelinya langsung di tempat.

 http://jalan2.com/images/made/images/uploads/objek-wisata/_large/69e7d6e4fa0563deeffbfdfdee214dda_350_263_50_c1_c.jpg

Di sini, Anda bisa menyelam dan snorkeling. Selain itu, Anda juga bisa trekking ke telaga unik yang ada di desa ini. Namanya Telaga Yenauwyau, dikatakan unik karena air di telaga ini air asin, bukan air tawar seperti kebanyakan air di telaga lain. Menurut warga sekitar, di telaga ini ada penyu putih yang jika Anda melihatnya maka Anda akan mendapatkan keberuntungan.




7. Pantai Bosnik


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB7k5OlQoBFbLtSy5USeG28w1iqIPa3VSfHiLvXZ7czkj-CezrXU5b15x9OqeRKUbSs-b4ue6l-FU1qRibKEr1XQl2Su3ED1tNvO5nWeZZcicLrivRbS3WvFdEOsqj6qvCbR2Qb_hb7pw/s640/Bosnik.JPG

Pantai Bosnik

Siapkan kamera Anda karena keindahan pantai ini bisa membuat Anda tak berhenti mengambil gambarnya. Pantai Bosnik yang berada 15 km dari pusat kota Biak ini memiliki hamparan pasir luas dengan air jernih kebiruan dan deretan pohon kelapa yang menjadikannya sebagai pemandangan sempurna untuk diabadikan dalam kamera Anda.

Tempat wisata di Papua ini cocok sekali untuk bersantai bersama keluarga. Dengan membayar 10.000 Rupiah saja, Anda sudah bisa menikmati keindahan pantai yang terletak di Desa Woniki ini. Selain bermain voli pantai di pasirnya yang landai, Anda juga bisa menyewa saung dengan harga 50.000 Rupiah dan menikmati es kelapa muda segar juga kuliner setempat.


8. Pantai Amai

https://pbs.twimg.com/media/Bn6MsEqIIAADQTK.jpg

Pantai Amai

Pantai Amai adalah tempat wisata yang tepat bagi Anda yang menginginkan ketenangan. Pantai ini memang relatif sepi, namun bukan berarti tak menarik. Di ujung pantai, ada muara sungai yang membuat air asin dan air tawar bertemu di sini. Air tawar ini biasa digunakan oleh wisatawan untuk membilas diri setelah berenang di pantainya.

http://www.klikhotel.com/blog/wp-content/uploads/2015/10/Pantai-Amai.jpg

Selain berenang, Anda juga bisa bermain voli pantai, menyelam, snorkeling atau bersantai di gazebo yang bisa Anda sewa dengan harga 50.000 Rupiah. Jika ingin menginap, di Pantai Amai sudah tersedia penginapan dengan gaya rumah panggung.

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/09/Pantai-Amai.jpg

Pantai Amai berada di Distrik Depapre atau sekitar 2 jam perjalanan dari Jayapura. Perjalanan menuju pantai akan menguji adrenalin Anda karena medan yang naik turun dan berkelok, namun semuanya akan terbayar ketika sampai dan menyaksikan keindahan Pantai Amai. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda diharuskan membayar sebesar 25.000 Rupiah yang sudah termasuk biaya parkir.





9. Pulau Rumberpon

Map of Rumberpon Island, Indonesia 
source: Google Map

Pulau Rumberpon

Pulau Rumberpon berada di Teluk Wondama atau 5 jam perjalanan dengan kapal dari Manokwari. Pulau ini memiliki pantai yang disebut dengan Pantai Pasir Panjang karena memang garis pantainya sangat panjang mencapai 6 km.

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/09/Pulau-Rumberpon.jpg

Di tempat wisata ini, Anda bisa melakukan kegiatan andalan seperti menyelam, snorkeling, berenang dan memancing. Jika ingin pengalaman berbeda, cobalah mengunjungi hutan bakau yang ada di pesisir lain di pulau ini. Anda juga bisa ke padang alang-alang untuk melihat burung rusa di sini.


http://wisatadirektori.com/wp-content/uploads/2015/10/Pantai-Kuta-Lombok1-696x385.jpg

10. Tugu MacArthur

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/09/Tugu-MacArthur.jpg

Tugu MacArthur

Tugu MacArthur merupakan tugu penghormatan bagi Jenderal Douglas MacArthur yang merupakan jenderal besar Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Tugu ini berada di Ifar Gunung, Jayapura. Di sini, Anda bisa masuk ke museum, melihat foto-foto dan sejarah perjalanan militer Jenderal MacArthur. Tempat wisata di Papua ini menjadi saksi kejayaan jenderal besar yang membuat strategi beberapa perang besar. Berada di ketinggian 325 meter di atas laut, Anda bisa melihat Danau Sentani dan lapangan terbang Bandara Sentani dari sini.

Tugu MacArthur sendiri adalah sebuah tugu dengan tinggi 3 meter yang didominasi warna kuning dan hitam. Di tugu ini tertulis sejarah mengenai Jenderal Douglas MacArthur dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Sekilas tentang MacArthur, jenderal ini dikenal dengan ucapannya, ‘I came through and I shall return’. Ia mengatakan ini saat pangkalan militernya di Filipina dihancurkan oleh Jepang dan ia beserta pasukannya terpaksa mundur ke Australia. Setelah menyusun strategi perang, pada tahun 1944 ia mendarat di Teluk Hamadi, Jayapura, dan membangun markas di lokasi Tugu MacArthur berada saat ini. Sang Jenderal membuktikan ucapannya karena kemudian ia dan pasukannya berhasil menyingkirkan Jepang dan membalas kekalahan Amerika di Filipina dan di Pearl Harbour.

Berbagi Trip | Asal Mula Tanjung Lesung

Dongeng Bahasa Indonesia Asal Mula Tanjung Lesung

Dahulu kala. Ada seorang pengembara bernama Raden Budog yang berasal dari Laut Selatan. Ia tinggal bersama Anjing dan Kuda kesayangannya. Kemana pun ia pergi, Anjing dan kudanya selalu ikut.

Suatu hari, Raden Budog bermimpi bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik. Sampai berhari-hari, wajah gadis itu selalu membanyangi pikirannya. Akhirnya, ia memutuskan untuk mencari gadis itu. Sebelum pergi, ia membawa golok dan batu asah. Ia pergi menunggangi Kuda kesayangannya. Anjingnya yang setia berjalan di depan sebagai penunjuk jalan.

Setelah beberapa hari berjalan. Ia belum menemukan gadis itu, Anjing dan Kudanya sangat kelelahan. Namun, Raden Budog masih ingin meneruskan perjalanannya. Mereka mendaki bukit dan melewati jalanan berbatu. Namun, ketika tiba di Gunug Walang, tiba-tiba kuda kesayangannya terjatuh. Raden Budog pun ikut terjatuh, mereka berguling-guling di lereng gunung. Raden Budog meringis kesakitan, di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka.

Mereka beristirahat sejenak. Raden Budog memakan bekal yang dibawanya. Sementara Kudanya memakan rumput dan Anjingnya berlari-lari mengejar mangsa. Setelah cukup beristirahat mereka melanjutkan perjalanan. Raden Budog melihat kelana Kudanya sobek. Pelana itu tidak bisa di gunakan lagi dan akhirnya, Raden Budog berjalan kaki dan menuntun Kudanya.

Mereka berjalan menuju daerah yang bernama Tali Alas yang sekarang di kenal dengan Pilar. Mereka terus berjalan sampai di tiba di Pantai Cawar, pemandangannya sangat indah dan air lautnya sangat jernih. Akhirnya Raden Budog menceburkan dirinya dan berenang. Segarnya air laut menghilangkan rasa lelah.

Setelah puas berenang ia melanjutkan perjalanan. Di panggilnya Kuda dan Anjingnya untuk segera beranjak pergi. Namun, kedua hewan itu tidak bergeming. Raden Budog sudah mendorong-dorong ke dua hewan tersebut. Namun, mereka tidak mau beranjak. Mereka diam seperti batu karang. Akhirnya, dengan sangat sedih. Raden Budog pergi seorang diri.

Raden Budog meneruskan perjalanan menuju Legon Waru. Sesampainya ia di Legon Waru, ia merasa kelelahan. Pundaknya sangat terasa ngilu karena dalam tasnya terdapat batu asah yang sangat berat. Ia tidak kuat lagi membawa batu asah tersebut dan ia meninggalkan batu asah terebut di Legon Waru.

Sampai sekarang, di Legon Waru terdapat sebuah karang yang bernama Karang Pangasahan. Karang itu merupakan jelmaan dari batu asah milik Raden Budog. Raden Budog melanjutkan perjalanannya menyusuri pesisir pantai. Ia pantang menyerah demi menemukan gadis impiannya. Rasa lelahnya sirna setiap ia memikirkan gadis itu.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba turun hujan sangat lebat. Raden Budog berteduh di bawah pohon. Ketika sedang berteduh, ia melihat dari dalam pasir, muncul pulahan ekor penyu. Raden Budog kagum melihat penyu-penyu dari yang berukuran besar sampai yang terkecil berlarian menuju laut. Daerah itu kemudian di manakan Cipenyu.

Meskipun hujan masih turun, Raden Budog tetap ingin melanjutkan perjalanannya. Ia tidak ingin membuang-buang waktu. Di ambilnya selembar daun untuk melindungi tubuhnya dari hujan. Hujan juga tidak kunjung reda, malah bertamah lebat. Langit sangat gelap dan petir menyambar-nyambar. Hari sudah mulai malam.

Raden Budog menemukan sebuah Gua bukit karang. Raden Budog masuk ke Gua karang tersebut untuk beristirahat. Ia menutup pintu Gua dengan daun yang di bawanya agar tidak kebasahan. Setelah cukup beristirahat ia melanjutkan perjalanannya. Hujan pun sudah reda. Raden Budog segera keluar, dan menutup pintu Gua tersebut dengan daun yang di bawanya. Daun Langkap it uterus menempel di pintu Gua dan tidak bisa lepa. Gua karang itu kemudian dinamakan Karang Meumpeuk.

Raden Budog berjalan mengikuti langkah kakinya. Lalu, tiba di muara sebuah sungai. Akibat hujan yang turun dengn deras sungai itu menjadi banjir. Raden Budog tidak bisa menyebrangi sungai itu. Padahal ia ingin sekali ke desa yang letaknya berada di seberang sungai. Tak sabar, untuk segera menyebrangi sungai. Namun, air tidak kunjung surut. Dalam hati ia berkata. ‘’ Kali banjir sialan.’’

Daerah tempat sungai yang banjir itu kemudia di kenal dengan Kali Caah. Yang artinya sungai atau kali yang banjir. Setelah sabar menunggu. Akhirnya, sungai itu mulai surut. Raden Budog pun segera menyebrangi sungai tersebut. Maka sampailah ia di desa yang menjadi tujuan akhirnya.

Sesampainya ia di desa tersebut. Ia mendengar suara tumbukan lesung yang sangat merdu. Di carinya suara itu. Suara tumbukan itu ternyata berasal dari permainan lesung yang di mainkan oleh para gadis. Salah satu dari gadis itu. Parasnya paling cantik di bandingkan dengan gadis yang lain.

Gadis yang paling cantik itu bernama Sri Poh Haci. Ia tinggal bersama ibunya yang bernama Nyi Siti. Sri Poh Haci lah yang pertama kali menemukan permainan lesung. Ia mendapatkan ide karena ia senang menumbuk padi . permainan lesung ini di namakan Ngagondang.
Dongeng Bahasa Indonesia Tanjung Lesung

Dongeng Bahasa Indonesia Tanjung Lesung

Di desa itu, sudah menjadi tradisi bermain Ngagondang setiap akan menanam padi. Namun, permainan ini tidak boleh di mainkan pada hari Jum’at. Karena hari jumat di anggap sebagai hari yang keramat untuk penduduk desa. Ketika melihat Sri Poh Haci, jantung raden Budog langsung berdebar. Gadis itu adalah gadis yang muncul dalam mimpinya. Raden Budog terus memperhatikan permainan lesung para gadis itu. Sri Poh Haci pulang dan Raden Budog melihatnya masuk ke dalam rumahnya.

Raden Budog lalu memberanikan diri mengetuk pintu rumah Sri Poh Haci. Pintu dibuka oleh Nyi Siti.

‘’ Ada keperluan apa?’’ Tanya nyai siti

‘’ Maaf, saya pengembara yang kebetulan lewat di sini. Saya membutuhkan tempat untuk bermalam. Bolehkah saya menumpang semalam di sini?’’

‘’ Maaf anak muda. Bukannya aku tidak mengjinkan kau untuk bermalam di sini. Tapi, aku seorang janda dan tinggal berdua dengan anak gadisku. Tidak baik kami menerima seorang laki-laki untuk menginap.’’ Jawab Nyi Siti

Raden Budog sangat kecewa karena tidak dapat berjumpa dengan gadis impiannya. Lalu ia berjalan menuju dipan bambu yang berada tidak jauh dari rumah Nyi Siti. Raden Budog merebahkan badanya pada dipan bambu tersebut dan ia tertidur.

Tiba-tiba ia mendengar suara lembut seseorang memanggil namanya.

‘’ Raden, raden, bangunlah.’’ Ujar suara lembut itu

Raden Budog terbangun dan terkejut, karena di hadapan berdiri seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu adalah Sri Poh Haci.

‘’ Bangunlah Raden, tidak baik tidur sore-sore begini.’’ Ujarnya.

Mereka berkenalan dan akrab. Tak lama kemudian mereka menjadi sepasang kekasih. Awalnya Nyi Siti tidak merestui hubungan mereka karena ia tidak mengetahui asal usul Raden Budog. Namun, ia melihat putrinya sangat bahagia bersama dengan lelaki itu. Ia pun mengalah dan merestui hubungan mereka.

Raden Budog dan Sri Poh Haci akhirnya menikah. Setelah menikah kebiasaan Sri Poh Haci bermain Ngagondang tidak juga hilang. Bahkan kini Raden Budog pun ikut memainkannya. Raden Budog selalu ingin memainkan lesung setiap hari. Bahkan ia pun ingin bermain pada hari jumat. Istri, mertua dan para tetangga sudah berusaha melarangnya. Tetapi, raden Budog tidak mendengarkan dan bersikeras untuk bermain.

Dengan penuh semangat ia menabuh-nabuhkan lesung. Ia melompat ke sana kemari mengikuti alunan suara lesung.

Tiba-tiba, pra tetangga terteriak sambil tertawa geli menunjuk kea rah Raden Budog . ‘’ Hahahaa.. lucu sekali.’’

Raden Budog heran. Mengapa mereka menertawakannya dan menyebutnya sebagai lutung. Ketika di lihat, ternyata sekujur tubuhnya telah penuh dengan bulu berwarna hitam. Di bokonnya juga tumbuh ekor yang panjang.

Raden Budog sangat ketakutan dan merasa malu. Lalu, ia berlari ke hutan dan bersembunyi di sana. Para penduduk memanggilnya dengan sebutan Lutung Kasarung.

Setelah kejadian itu Sri Poh Haci pergi dari kampung. Ia sangat malu dan menyesali perbuatan suaminya. Menurut cerita, Sri Poh Haci kemudian menjelma menjadi ‘’ Dewi Padi.’’

Desa tersebut, kemudian dinamakan Desa Lesung. Karena letaknya berada di tanjung. Desa itu kemudian di beri nama Tanjung Lesung.

Pesan moral : adalah ikutilah aturan yang berlaku di suatu tempat. Ingat peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Berbagi Trip | Sejarah, Budaya, dan Warisan Peradaban Suku Inca






Suku Inca merupakan peradaban yang mendiami wilayah Andes di Amerika Selatan dan mengalami perluasan sejak awal abad ke 15 setelah masehi. Peradaban dari suku tersebut ditaklukkan oleh bangsa Spanyol pada 1530-an. Meski takluk, para pemimpin Inca masih memberi perlawanan hingga 1572. Saat itu, kota terakhir mereka yang bernama Vilcabamba berhasil dikuasai kolonial Spanyol.

Suku Inca membangun peradaban mereka tanpa roda, tenaga hewan pengangkut, perkakas besi, mata uang, atau bahkan sesuatu yang kita anggap sebagai sistem tulisan. Salah satu situs arkeologi yang paling terkenal milik peradaban Inca adalah Machu Picchu, yang dibangun sebagai tempat pengasingan para raja Inca.

Inca menyebut kerajaan mereka sebagai Tawantinsuyu, atau “Tanah Empat Penjuru”, dan menggunakan bahasa resmi bernama Quechua. Kerajaan dibagi menjadi empat “suyu”, dimana semuanya saling beririsan dengan ibukota, Cuzco. Setiap suyu kemudian dibagi menjadi beberapa provinsi.

Kerajaan Inca mencapai puncak kejayaan melalui ekspansi yang dilakukan Maharaja Huayna Capac. Ia memerintah dari 1493 hingga sekitar 1527 dan meninggal akibat cacar. Menurut para peneliti, saat berada pada puncak kekuasaan, wilayah kekuasaan kerajaan Inca terentang dari perbatasan Ekuador dan Kolombia sampai sekitar 80 kilometer ke utara kota Santiago, Cili. Wilayah ini diperkirakan seluas 775.000 km² dengan populasi sebanyak 12 juta jiwa.

Ketika Spanyol menaklukkan kerajaan Inca, mereka takjub dengan apa yang mereka lihat. Kota di Inca memiliki luas seperti kota Eropa lainnya, namun lebih tertata rapih, lebih bersih, dan lebih nyaman dihuni. Selain itu, penjajah Spanyol juga menemukan bahwa sistem jalan dan pengairan di wilayah Andes ternyata lebih baik daripada di Eropa.

Asal Mula Suka Inca

 

 

kota cuzco 

Peradaban suku Inca berasal dari kota Cuzco yang kini terletak di Peru bagian selatan. Asal mula suku Inca masih meragukan, namun para peneliti menemukan bahwa pada masa sebelum Inca, Cuzco merupakan titik yang menghubungkan dua kerajaan terdahulu, yang satu bernama Wari dan lainnya kerajaan yang terletak di kota Tiwanaku.
Berada di tengah kedua kerajaan membuat Inca memperoleh banyak keuntungan. Salah satu keuntungan yang terpenting adalah ketersediaan infrastruktur, yang telah dibuat oleh kerajaan sebelumnya. Keberadaan sistem jalan raya dan pengairan dari kerajaan sebelumnya itulah yang akhirnya memberi kemudahan terhadap perluasan wilayah Inca di awal kemunculannya.
Sejarah lisan Inca, seperti yang terekam oleh bangsa Spanyol, menunjukkan bahwa ekspansi Inca berawal pada masa pemerintahan Pachacuti selama 1438 – 1471. Tradisi lisan setempat berkata bahwa Pachacuti menjadi penguasa setelah menghentikan invasi dari kelompok musuh bernama Chancas. Keberhasilan tersebut membuatnya berusaha memperluas wilayah kekuasaan Inca melebihi dari sekedar wilayah Cuzco.
Inca lebih memilih untuk membuat musuh menyerah dengan damai. Serangan militer adalah pilihan terakhir. Mereka berusaha melakukan diplomasi, negosiasi, membangun hubungan dengan tetangga, dan mempererat hubungan damai lewat bertukar hadiah, pernikahan, atau aliansi politik. Jika upaya tersebut gagal, mereka akan mengancam melakukan serangan militer, dan jika masih gagal, barulah mereka melakukan serangan militer.
Meski tidak mengembangkan apa yang kita anggap sebagai sistem tulisan formal, Inca memiliki perangkat perekam, yang dikenal sebagai quipu. Hingga kini, para ilmuwan modern masih belum mampu menerjemahkan hasil rekamannya, namun perangkat tersebut diketahui digunakan untuk menciptakan rekaman seperti saat sensus.

Cuzco merupakan ibukota dari kerajaan Inca. Kota ini memiliki tempat ibadah terbesar berbentuk kuil bernama “Coricancha” yang berarti “rumah emas.” Kuil ini memiliki emas yang tertanam di berbagai bagian kuil seperti dinding, loteng, dan altar. Emas di Cuzco kemudian dirampas oleh bangsa Spanyol saat merebut wilayah mereka. Setelah ditaklukkan Spanyol, kota Cuzco dibangun kembali dan masih tetap ada sampai saat ini.

Budaya dan Tradisi Suku Inca

 

budaya inca

Suku Inca menyembah kumpulan dewa seperti dewa pencipta “Viracocha”, dewa matahari “Inti”, dewa petir “Illapa”, dan dewi bumi “Pachamama”, dan berbagai dewa lainnya. Selain itu, mereka juga memiliki dewa lainnya yang berasal dari wilayah yang ditaklukkan kerajaan. Setiap dewa disembah dalam berbagai ritual seperti berdoa, berpuasa, mengorbankan hewan, dan yang paling mengerikan adalah mengorbankan manusia, biasanya anak dan remaja.
Suku Inca juga mengawetkan orang yang meninggal menjadi mumi sebagai bagian penting dalam ritual penguburan Inca, bahkan pada mereka yang merupakan orang asing. Setelah direbut Spanyol, seorang bernama Guaman Poma yang berbahasa Quechua dan merupakan penduduk asli Andes, menerbitkan catatan sejarah yang menjelaskan bahwa November merupakan “bulan yang membawa kematian”. Ia menganggap bulan tersebut merupakan waktu dimana masyarakat akan memberi makan para mumi dari nenek moyang mereka.
Jagung dan daging biasanya dianggap sebagai makanan mewah bagi masyarakat Inca dan hanya dimakan oleh “pengantin” dan pendampingnya setahun sebelum mereka dikorbankan. Selain makanan mewah, terdapat barang lainnya yang termasuk dalam makanan suku Inca termasuk kentang manis, quinoa, buncis, dan cabe.
Aspek yang paling tidak biasa dari suku Inca adalah aspek ekonomi. Masyarakat Inca lemah dalam sistem pasar dan perdagangan. Setiap penduduk dari kerajaan diberikan seluruh kebutuhan hidup oleh pemerintah, termasuk makanan, peralatan, bahan mentah, dan pakaian. Mereka tidak perlu membayar apapun. Masyarakat Inca juga tidak memiliki toko atau pasar. Kebutuhan yang terpenuhi oleh pemerintah membuat mereka memerlukan mata uang standar atau uang, dan tidak ada gunanya untuk mengeluarkan uang atau berdagang untuk kepentingan tertentu.

Warisan Peradaban Suku Inca

 


warisan inca

Warisan suku Inca yang paling dikenal adalah emas dan perak, dan benda-benda ini masih banyak yang terawat hingga saat ini. Akan tetapi, warisan yang paling mengagumkan dari suku Inca adalah produk tekstil. Pakaian buatan suku Inca merupakan pencapaian artistik terbesar menurut masyarakat modern.
Masyarakat Inca memproduksi katun, mengumpulkan wol, dan keduanya digunakan menjadi produk tekstil yang rumit. Wol yang paling bagus kualitasnya diberi nama cumpi. Wol ini merupakan bahan dasar khusus untuk kerajaan dan bangsawan. Selain keduanya, masyarakat Inca terkadang juga menggunakan bahan dasar yang eksotis, seperti rambut kelelawar atau bulu hummingbird, sebagai salah satu bahan bahan dasar untuk membuat permadani warna-warni.
Selain tekstil, Inca juga menghasilkan karya batuan yang sangat indah. Pekerja terampil mereka membangun batu secara sempurna tanpa menggunakan mortar apapun. Saking detailnya, bisa dibilang bahwa objek seperti silet pun tidak dapat menemukan ruang jika kedua batu ditumpuk.
Saat ini, banyak tradisi Inca yang diwariskan dan bertahan di wilayah Andes. Pembuatan tekstil masih populer, makanan yang mereka makanan kini mulai diperkenalkan ke seluruh dunia, situs arkeologis seperti Macchu Picchu menjadi wilayah yang populer untuk menarik turis, dan bahkan bahasa resmi mereka, Quechua, masih banyak digunakan.
Bahasa Quechia masih banyak digunakan oleh masyarakat Amerika asli. Masyarakat ini diperkirakan berjumlah enam hingga sepuluh juta penduduk dan tinggal di wilayah Andes. Jika mengacu peta saat ini, wilayah ini merentang dari bagian selatan Kolombia menuju Ekuador, Peru, dan Bolivia, hingga mencapai wilayah barat laut dari Argentina dan utara dari Cili.

Baluran Afrika di Indonesia

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2015/06/Taman-Nasional-Baluran-Jawa-Timur.jpg 
 
Taman Nasional Baluran yang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ternyata menyimpan sejuta keindahan. Apa saja?

Bentang alam seluas 25 ribu hektare ini mempunyai beberapa jenis hutan, satwa, tumbuhan. Selain itu, kekayaan bawah lautnya juga menakjubkan. Belum lagi hamparan padang savana yang kini tersisa 5 ribu hektare serasa membawa kita di Afrika.

Tak heran jika padang savana Bekol di Baluran dikenal dengan sebutan “Little Africa”. Berbagai satwa, seperti kerbau, rusa, burung merak, monyet ekor panjang, banteng, bisa dinikmati di padang savana ini.

Salah seorang petugas Taman Nasional Baluran, Agus, menjelaskan bahwa kawanan rusa, merak, dan monyet ekor panjang dapat mudah dijumpai di padang savana, terutama pada pagi dan malam hari. “Untuk banteng sangat jarang sekarang, kalau tahun 2000 lalu masih sering dijumpai di padang savana,” kata Agus.

Ia menyebutkan, berbagai kegiatan wisata bisa dilakukan oleh pengunjung. Selain itu, kegiatan lain seperti penelitian, pengamatan satwa, dan lain-lain juga bisa dinikmati pengunjung. Setidaknya ada sembilan aktivitas yang bisa dinikmati pengunjung di Baluran ini.

Sembilan kegiatan yang dapat dinikmati para pengunjung, yaitu, tracking, pendakian ke Gunung Baluran, pengamatan satwa, pengamatan burung, snorkeling dan diving, canoing, wisata bahari, forografi, dan bersepeda di savanna Bekol dan sekitarnya.


http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2015/06/Taman-Nasional-Baluran.jpg

Memasuki Taman Nasional Baluran, kita akan disambut dengan bentang hutan lebat yang dinamakan hutan musim. Setiap musim kemarau, hutan ini selalu kering dan terlihat kecoklatan serta rawan terjadi kebakaran.

Setelah berjalan beberapa kilometer, bentang hutan yang selalu hijau sepanjang tahun dinamakan hutan evergreen. Setelah itu, kita melewati hutan musim lagi sebelum memasuki kawasan padang savana Bekol.

Selama melewati hutan berlapis tadi, pemandangan meanrik bisa kita saksikan dari dalam mobil, beragam satwa liar, seperti monyet ekor panjang, burung merak, ular, serta satwa lainnya terkadang berada di tengah jalan. Di sini kita bisa berhenti dan mendekat dengan pelan-pelan untuk mengabadikan gambar mereka.

Setelah sampai di padang savana Bekol, pengunjung biasanya melihat obyek bentang alam Baluran dari menara. Hamparan savanna, hutan, serta Gunung Baluran dapat kita lihat sejauh mata memandang. Di sebelah selatan ada Gunung Baluran yang dikelilingi hutan lebat, di sebelah selatan ada hamparan savana yang diakhiri dengan lautan luas yang merupakan selat Bali.

Pengunjung juga bisa berjalan-jalan membelah padang savana. Jika beruntung kita bisa melihat kawanan kerbau, rusa, burung merak, monyet ekor panjang, serta aneka satwa lainnya denga jarak yang lumayan dekat untuk mengambil gambar.

Selepas melewati padang savana, pengunjung berada di kawasan Pantai Bama. Pengunjung bisa memilih aneka aktivitas, seperti snorkeling, canoing, maupun diving untuk melihat kekayaan bawah laut Pantai Bama.